Laporan Kegiatan
Pendataan dan Validasi
Realisasi Kartu Jakarta Pintar di SDN Kapuk 05 Pagi dalam Penerapan Mata Kuliah
Character Building bersama Teach For Indonesia (Kunjungan Pertama)
Dosen : D1812 - Rina Patriana Chairiyani, S.S., M.Pd
Waktu : Selasa, 28 Oktober 2015
Pukul : 08.30-11.00
Lokasi :
SDN Kapuk 05 Pagi (Jalan Kapuk Raya gang mawar RT 007/01,
Cengkareng)
Tim
yang hadir : Kelompok 3
Ketua : Ajrina Rusidina (1701338431)
Anggota :
1. Atika
Ismiantary (1701338646)
2. Fiona
Margaretha (1701313675)
3. Loviana
(1701316922)
4. Melisa
(1701302665)
5. Nadia
Putri (1701309860)
6. Suci El
Nanda (1701317572)
Tim
Yang Tidak Hadir : -
(dari kiri depan sampai tengah belakang
: Fiona Margaetha, Atika Ismiantary, Ajrina Rusidina, Ibu Nurdiesti, S.Pd
(Kepala Sekolah SDN Kapuk 05 Pagi), Loviana, Melisa, Nadia Putri, dan Suci El
Nanda)
Kaitan
Kegiatan Pendataan dan Validasi Realisasi Kartu Jakarta Pintar dengan
mata kuliah Character
Building : Professional Development
Pada hari Selasa tanggal 28 Oktober 2015, kami kelompok 3 dari kelas LC21 melaksanakan kegiatan Pendataan dan Validasi Realisasi Kartu Jakarta Pintar di SDN Kapuk 05 Pagi (Kunjungan Pertama). Kaitan kegiatan yang kami lakukan ini dengan mata kuliah Character Building : Professional Development adalah kami menerapkan prinsip-prinsip etika profesi yang ada di Character Building : Professional Development saat melaksanakan Pendataan dan Validasi Realisasi Kartu Jakarta Pintar di SDN Kapuk 05 Pagi ini. Prinsip-prinsip etika profesi yang kami terapkan adalah sebagai berikut :
Prinsip Tanggung Jawab
Tuntutan
dasar dalam kehidupan manusia dan khusus dalam menjalankan segenap profesi
adalah agar pelaku profesi selalu bertanggung jawab. Tanggung jawab mengandung
tiga makna, yaitu:
a. Dapat membedakan yang baik dan buruk
b. Dapat memilih yang diketahuinya baik dan menolak apa yang diketahuinya buruk
c. Bersedia menanggung resiko atas pilihannya
a. Dapat membedakan yang baik dan buruk
b. Dapat memilih yang diketahuinya baik dan menolak apa yang diketahuinya buruk
c. Bersedia menanggung resiko atas pilihannya
Dan
dalam melaksanakan Pendataan dan Validasi Realisasi Kartu Jakarta
Pintar ini, kami melakukan tugas ini
dengan penuh tanggung jawab dan bersedia menanggung resiko atas pilihan kami.
Karena kegiatan memiliki banyak manfaat bagi adik-adik sekolah dasar yang
kurang mampu dan juga dapat membantu orangtua mereka untuk membeli perlengkapan
sekolah mereka.
Hormat
Terhadap Orang Lain
Prinsip ini maksudnya adalah
profesi kita tidak boleh melanggar hak orang lain. Dalam pelaksanaan profesi
kita tidak dapat melanggar hak orang lain, lembaga atau hak negara.
Dan dalam melaksanakan kegiatan ini, kami harus meminta ijin terlebih dahulu kepada Kepala Sekolah yang bersangkutan untuk melakukan Pendataan dan Validasi Realisasi Kartu Jakarta Pintar sehingga tidak melanggar hak dari Sekolah maupun Kepala Sekolah.
Dan dalam melaksanakan kegiatan ini, kami harus meminta ijin terlebih dahulu kepada Kepala Sekolah yang bersangkutan untuk melakukan Pendataan dan Validasi Realisasi Kartu Jakarta Pintar sehingga tidak melanggar hak dari Sekolah maupun Kepala Sekolah.
Prinsip Otonomi
Menegaskan prinsip independensi
seorang profesional, artinya ketika profesional mengambil keputusan, tidak
boleh dipengaruhi oleh pihak eksternal. Dan
dalam melaksanakan kegiatan
Pendataan
dan Validasi Realisasi Kartu Jakarta Pintar ini,
kami melakukannya secara professional dan tidak terpengaruhi oleh pihak lain,
baik dari pihak Sekolah yang kami kunjungi maupun dari pejabat sekolah yang
berada di tempat.
Prinsip
Integritas
Profesional didalam menjalankan
profesinya harus berpegang pada komitmen pribadi yang kuat untuk menjaga
keluhuran profesi, nama baik dan kepentingan masyarakat. Seorang profesional
tidak mudah lari atau terbujuk dari godaan untuk melanggar nilai-nilai yang
dijunjung tinggi profesinya. Dan
dalam melaksanakan kegiatan
Pendataan
dan Validasi Realisasi Kartu Jakarta Pintar ini, kami melakukannya dengan berpegang
teguh pada komitmen pribadi kami masing-masing untuk menjaga keluhuran dari
tugas ini, serta menjaga nama baik Binus University dan Teach For Indonesia
untuk kepentingan masa depan pendidikan anak-anak Indonesia.
Persiapan
kelompok dalam melaksanakan kegiatan Pendataan dan Validasi Realisasi Kartu
Jakarta Pintar di SDN Kapuk 05 Pagi (Kunjungan
Pertama)
Persiapan yang kami lakukan saat itu adalah sehari sebelum kegiatan, kami menentukan tempat berkumpul kelompok kami, yaitu berkumpul di Indomaret Batu Sari pada pukul 06.00 pagi untuk berangkat bersama. Setelah semua anggota berkumpul, pada pukul 06.15 pagi barulah kami benar-benar berangkat. Kami berangkat kesana dengan menumpang mobil salah satu anggota kelompok kami (Suci El Nanda). Dengan menempuh waktu 1 jam lebih, pada pukul 07.30 pagi sampailah kami di rumah salah satu anggota kelompok kami (Nadia Putri). Karena tempat tinggalnya berada di dekat daerah SDN Kapuk 05 Pagi, jadi ia tidak perlu ikut berkumpul dan tinggal menunggu kedatangan anggota lain lalu ia akan menunjukkan lokasi sekolah. Tetapi kami baru menuju sekolah pada pukul 08.15 karena mesti menunggu bubarnya acara upacara sumpah pemuda yang sedang diadakan sekolah.
Sesampainya di SDN Kapuk 05
Pagi, kami langsung menuju ke ruangan kantor Kepala Sekolah untuk meminta ijin
melaksanakan kegiatan. Kami disambut dengan ramah oleh Ibu Nurdiesti selaku
Kepala Sekolah SDN Kapuk 05 Pagi dan beliau pun memberikan ijin kepada kami
untuk melaksanakan kegiatan dan berkoordinasi dengan guru dan operator khusus
KJP untuk memanggil anak-anak yang terdaftar sebagai penerima KJP di sekolah
tersebut guna melakukan wawancara pengisian kusioner data siswa KJP. Tidak lupa
juga kami memberikan kuisioner data sekolah KJP dan validasi pendidikan kepada Ibu
Nurdiesti untuk diisi. Kegiatan wawancara siswa penerima KJP (Kunjungan
Pertama) kami mulai pada pukul 08.30 pagi dan selesai pada pukul 11.00 siang. Sekedar
informasi, jumlah penerima KJP di SDN Kapuk 05 Pagi adalah 254 anak. Dan
menurut ketentuan dari TFI, jika data siswa penerima KJP berjumlah 150-300,
maka diharapkan terkumpul minimal 20% dari total data. Setelah menghitung 254 x
20% maka kelompok kami hanya perlu melakukan
pendataan pada 51 siswa saja. Dikunjugan pertama pendataan KJP ini, kami baru
mewawancarai 20 siswa, dan sisanya akan dilanjutkan di hari kedua kunjungan. Kegiatan
wawancara siswa penerima KJP baru kami mulai pada pukul 09.30 pagi dan selesai
pada pukul 11.00 siang. Dan setelah selesai melakukan wawancara siswa KJP
dikunjungan pertama, kami pun segera berpamitan pulang kembali ke Binus kepada
Ibu Nurdiesti.
Foto dokumentasi saat
melakukan wawancara dengan siswa penerima KJP
Form
Evaluasi
Hasil
Kegiatan
Kegiatan Pendataan dan Validasi Realisasi Kartu Jakarta Pintar di SDN Kapuk 05 Pagi pada kunjungan pertama ini berjalan cukup baik. Pihak sekolah SDN Kapuk 05 Pagi menyambut kami dengan cukup ramah dan langsung memberikan ijin untuk mewawancarai anak-anak penerima KJP, walaupun baru 20 siswa saja yang diwawancarai. Tetapi kami juga mengalami kendala dalam mewawancarai siswa-siswa penerima KJP di hari pertama karena kebanyakan siswa yang kami wawancarai baru duduk dikelas 1 SD dan masih belum mengerti betul tentang KJP.
Next
to to : Melanjutkan kembali wawancara
kuisioner data siswa KJP dikunjungan kedua dengan jumlah siswa 31 anak, dan
meminta data 8355 milik sekolah untuk diverifikasi dengan perbandingan data
8355 milik dinas pendidikan.
Jumlah
siswa yang diwawancarai : 20 siswa
Foto
pengisian data siswa KJP ke google form















No comments:
Post a Comment